penelitian pengajaran

Kemajuan suatu bangsa dapat dinilai dari keberhasilan pembangunan yang dilaksanakan Negara tersebut dan keberhasilan suatu negara tergantung pada kualitas sumber daya manusianya yaitu generasi penerus bangsa yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi di mana keduanya ini diperoleh dari pendidikan. Pendidikan tidak hanya sebagai media untuk menyampaikan dan meneruskan kebudayaan dari generasi ke generasi , akan tetapi melalui pendidikan itu dapat melahirkan generasi penerus bangsa yang memiliki nilai agama, sosial budaya, intelektual dan kepribadian bangsa. Hal ini selaras dengan fungsi dan tujuan pendidikan nasional yang tercantum dalam Undang-Undang Republik Indonesia Tahun 2003 tentang Sistem penddidikan Nasional, BAB II, Pasal 3 tentang Fungsi dan Tujuan Pendidikan Nasional yang menyatakan bahwa:


Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemapuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermatabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mendiri dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Kualitas pendidikan diindikasikan dengan prestasi belajar, keterampilan dan tingkah laku siswa dimana ketiganya diperoleh dari proses belajar mengajar. Prestasi belajar merupakan salah satu hasil belajar dimana baik buruknyan belajar dipengaruhi oleh faktor yang terdapat dalam proses belajar mengajar.

Lengkapnya sarana dan prasarana belajar menimbulkan kondisis belajar yang kondusif dan menumbuhkan perasaan tidak jenuh saat sedang belajar oleh karena itu untuk meleksanakan pendidikan harus dimulai dengan sarana dan prasarana yang memadai serta pengadaan tenaga pendidik yang bermutu baik secara personil, sosial maupun profesional. Hal ini disebabkan karena pada dasarnya guru merupakan tenaga pelaksana langsung dilapangan sebagai ujung tombak keberhasilan pendidikan. Guru tidak hanya berfungsi sebagai pelaksana kurikulum tetapi juga sebagai pengembangan kurikulum dalam rangka pelaksanaan kurikulum tersebut. Dengan suasana yang nyaman dalam proses belajar mengajar memberi ketentraman dan ketenangan dalam diri murid sehingga muncul motivasi belajar yang tinggi dimana motivasi belajar merupakan kekuatan mental yang mendorong proses belajar.

Intelegensi dianggap sebagai suatu norma umum dalam keberhasilan belajar. Intelegensi dapat diartikan sebagai suatu kemampuan yang abstrak dari seseorang untuk memecah problema yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. Sifat-sifat pribadi seseorang yang sering disebut kepribadian juga turut memperoleh peran dalam belajar. Tiap orang mempunyai sifat pribadi atau kepribadian antara yang satu dengan yang lain sehingga kepribadian yang ada pada diri seseorang itu sedikit banyak mempengaruhi keberhasilan belajarnya.

Dalam pergaulan antar masyarakat terlihat adanya keakraban, kerjasama, saling mempengaruhi, gotong-royong untuk mencapai tujuan bersama. Pergaulan disekolah tidak sekompleks dengan pergaulan dimasyarakat namun lebih terarah dan terkontrol sebab didalam aktifitasnya mempunyai dasar dan tujuan yang telah disiapkan sebelumnya, tata tertib yang mengikat dan mengatur para anggotanya seperti siswa, guru dan personal sekolah lain untuk berprilaku sesuai dengan tujuan pendidikan. Lingkunga pergaulan yang positif akan mendorong siswa untuk rajin belajar.

Rendahnya prestasi belajar siswa dikarenakan kepribadian siswa yang berbeda-beda dalam proses penyesuaian dirinya melalui kegiatan belajar, kurangnya sarana dan prasarana yang dimiliki sekolah, ketakutan siswa menghadapi guru pengampunya, pengaturan alokasi waktu yang kurang tepat, keterbatasan guru dalam menggunakan buku pelajaran yaitu guru hanya menggunakan satu buku panduan mengajar dan kurangnya keaktifan sisiwa dalam kegiatan belajar mengajar.

Berbagai faktor di atas saling berkaitan dalam mempengaruhi prestasi belajar. Apabila faktor-faktor itu dalam kondisi yang baik maka akan menciptakan suasana yang kondusif bagi kegiatan belajar sehingga memungkinkan para siswa memperoleh prestasi belajar yang optimal.

Dari uraian yang telah dijelaskan diatas maka hubungan antara kepribadian siswa dan lingkungan pergaulan dengan prestasi belajar perlu diteliti lebih lanjut. Oleh karena itu, penelitian ini mengambil judul :’’HUBUNGAN ANTARA KEPRIBADIAN DAN LINGKUNGAN PERGAULAN DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA’’.

B. Identifikasi Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang masalah tersebut maka masalah-masalah yang berkaitan dengan judul ini dapat diidentifikasikan sebagai berikut:

  1. Apakah lingkungan tempat tinggal siswa berpengaruh besar terhadap prestasi belajar siswa?

  2. Bagaimanakah peran guru dan orang tua dalam menciptakan lingkungan yang kondusif bagi siswa?

  3. Apakah kepribadian siswa juga akan mempengaruhi sikap siswa dalam belajar baik di rumah maupun di sekolah?

  4. Bagaimanakah peran guru dan orang tua dalam mengatasi kelemahan yang ada pada kepribadian siswa sehingga dapat mengoptimalkan prestasi belajar siswa?

  1. Pembatasan Masalah

Berdasarkan identifikasi masalah di atas, penulis memberikan batasan masalah agar lebih jelas dan tepat pada sasaran yang ingin dicapai dalam penelitian. Masalah dalam penelitian ini hanya dibatasi pada “ Adakah Hubungan Antara Kepribadian dan Llingkungan Pergaulan dengan Prestasi Belajar Siswa “.

Adapun penegasan istilah untuk memperjelas permasalah tersebut sebagai berikut:

  1. Kepribadian siswa adalah organisasi dari berbagai aspek psikis dan aspek fisis yang dimiliki seorang siswa di mana hal itu membedakan dia dari siswa yang lain.

  2. Lingkungan pergaulan adalah segala sesuatu yang berada di sekeliling manusia yang mengakibatkan hubungan timbal balik antara satu individu dengan individu yang lain, di mana kelakuan individu satu mempengaruhi, mengubah atau memperbaiki kelakuan individu lain dan sebaliknya.

  3. Prestasi belajar adalah hasil pengukuran serta penilaian usaha belajar yang dibuat dalam bentuk simbol, huruf, angka maupun kalimat yang dapat menunjukan hasil yang telah dicapai anak dalam periode tertentu.

  1. Perumusan Maslah

Berdasarkan identifikasi masalah dan pembatasan masalah yang telah diuraikan di atas, maka dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut:

  1. Adakah hubungan yang positif antara Kepribadian dengan Prestasi Belajar Siswa?

  2. Adakah hubungan yang positif antara Lingkungan Pergaulan dengan Prestasi Belajar Siswa?

  3. Adakah hubungan yang positif antara Kepribadian dan Lingkungan Pergaulan dengan Prestasi Belajar Siswa?

  1. Tujuan Penelitian

Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah:

  1. Untuk mengetahui ada dan tidaknya hubungan yang positif antara Kepribadian dengan Prestasi Belajar Siswa.

  2. Untuk mengetahui ada dan tidaknya hubungan yang positif antara Lingkungan Pergaulan dengan Prestasi Belajar Siswa.

  3. Untuk mengetahui ada dan tidaknya hubungan yang positif antara Kepribadian dan Lingkungan Pergaulan dengan Prestasi Belajar Siswa.

  1. Manfaat Penelitian

Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai berikut:

1. Manfaat Teoritis

  1. Hasil penelitian ini diharapkan dapat mengungkapkan adanya hubungan yang positif antara Kepribadian dan Lingkungan Pergaulan dengan Prestasi Belajar Siswa.

  2. Dan hasil penellitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai dasar teoritis untuk perkembangan penelitian lebih lanjut yang sejenis.

2. Manfaat Praktis

  1. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran bagi guru untuk meningkatkan mutu pendidikan anak didiknya.

  2. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemikiran bagi sekolah dan lingkungan pergaulan di sekolah.

  3. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran bagi para tenaga pendidik untuk meningkatkan prestasi belajar siswa.

BAB II

LANDASAN TEORI

  1. Tinjauan Pustaka

  1. Hakekat Kepribadian

Kepribadian berasl dari kata personality ( bahas Inggris) yang berasal dari kata personal (bahas latin) yang berarti kedok atau topeng yaitu tutup muka yang sering digunakan oleh pemain-pemain panggung yang maksudnya untuk menggambarkan perilaku, watak atau kepribadian seseorang. Allport seperti yang dikutip oleh Hurlock (1992:237) berpendapat, “ Kepribadian merupakan susunan sistem-sistem psikofisik yang dinamis dalam diri suatu individu yang menentukan penyelesaian individu yang unik terhadap lingkungan”. Sedangkan Alwisol (2006:9) menuliskan beberapa istilah yang dipakai oleh masyarakat yang dianggap sebagai sinonim kata personality, tetapi istilah-istilah tersebut dipakai dalam psikologi kepribadian memberi makna yang berbeda-beda. Istilah yang berdekatan dengan makna ini antara lain:

(1)Personality ( kepribadian ): menggambarkan tingkah laku secara deskriptif tanpa memberi nilai (devaluative), (2) Character (karakter): penggambaran tingkah laku dengan menonjolkan nilai (benar-salah, baik-buruk) baik secara eksplisit maupun implisit, (3) Disposition (watak): karakter yang telah lama dimiliki dan sampai sekarang belum berubah, (4) Temperamen (tempramen): kepribadian yang berkaitan erat dengan determinan biologic, disposisi hereditas, (5) Traits (sifat): respon yang senada (sama) terhadap sekelompok stimuli yang mirip, berlangsung dalam kurun waktu yang relative lama, (6) Type-attribute (ciri): mirip dengan sifat, namun dalam kelompok stimuli yang lebih terbatas, (7) Habit (kebiasaan): respon yang sama cenderung berulang untuk stimulus yang sama pula.

Dari beberapa pendapat tentang definisi kepribadian yang berbeda-beda diatas, Ngalim Purwanto (2004: 156) mengatakan adanya persamaan antara yang satu dengan yang lain, yaitu :

(1)Kepribadian atau personality itu dinamis, tidak statis atau tetap saja tanpa perubahan, (2) Kepribadian menunjukkan tingkah laku yang terintegrasi dan merupakan interaksi antara kesanggupan-kesanggupan bawaan yang ada pada individu dengan lingkungannya, (3) Kepribadian bersifat psiko-fisik, yang berarti baik factor jasmaniah maupun rohaniah individu itu bersama-sama memegang peranan dalam kepribadian, (4) Kepribadian juga bersifat unik, artinya kepribadian seseorang sifatnya khas, mempunyai ciri-ciri tertentu yang membedakannya dari individu lain.

Bila ditinjau dari definisi kepribadian menurut Allport, ada beberapa makna yang dapat disimpulkan dari rumusan tersebut yaitu :

  1. Kepribadian Merupakan Suatu Organisasi

Pengertian organisasi menunjuk kepada suatu kondisi atau keadaan yang kompleks, mengandung banyak aspek, banyak hal yang harus diorganisasi.Organisasi juga punya makna bahwa sesuatu yang diorganisasi itu memiliki suatu cara atau system pengaturan yang menunjukkan sesuai dengan fungsional.

  1. Kepribadian Bersifat Dinamis

Kepribadian tersebut bukan sesuatut yang statis, menetap, tidak berubah, tetapi kepribadian tersebut berkembang secara dinamis. Perkembangan manusia berbeda dengan binatang yang statis, yang mengikuti lingkungan tertutup, perkembangan manusia dinamis membentuk suatu lingkaran terbuka atau spiral.

  1. Kepribadian Meliputi Aspek Jasmaniah dan Rohaniah

Kepribadian adalah suatu system psikofisik, yaitu suatu kesatuan antara aspek-aspek fisik dengan psikis yang keduanya membentuk suatu kesatuan.

  1. Kepribadian Individu Selalu Dalam Penyesuaian Diri yang Unik Dengan Lingkungannya

Kepribadian seseorang bukan sesuatu yang berdiri sendiri, lepas dari lingkungannya.Ia adalah bagian dari lingkungan dan berkembang bersama-sama dengan lingkungannya.

Berdasarkan pendapat-pendapat tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa :

  1. Personality itu merupakan suatu kebulatan

  2. Kebulatan itu bersifat kompleks

  3. Kompleksna itu disebabkan oleh karena banyaknya faktor-faktor yang ikut mempengaruhi kepribadian.

  4. Paduan antara faktor-faktor tersebut (faktor dalam dan faktor luar) menimbulkan gambaran yang unik. Artinya tidak ada dua individu yang benar-benar identik antara seorang dengan yang lain.

Terbentuknya kepribadian seseoarang ditentukan oleh faktor internal yang meliputi: pengalaman awal, ciri-ciri fisik, intelegensi. Emosi, kondisi fisik, daya tarik fisik, keberhasilan dan kegagalan. Selain itu faktor eksternalnya meliputi: penerimaan sosial, lambang status, pengaruh budaya, pengaruh sekolah dan pengaruh keluarga.

Berkaitan dengan sifat-sifat , Jung membagi tipe manusia berdasarkan arah perhatian manusia itu (apakah benar dari dirinya atau kedalam dirinya itulah yang menentukan tipe orang itu), sehingga tipe kepribadian manusia dibagi menjadi dua golongan besar yaitu:

  1. Tipe ekstrovert

Yaitu orang-orang yang perhatiannya lebih mengarah pada luar dirinya yakni orang lain dan masyarakat.

  1. Tipe introvert

Yaitu orang-orang yang perhatiannya lebih mengarah pada dirinya yakni kepada ”AKU” nya.

Dari uraian tentang kepribadian diatas dapat diambil kesimpulan bahwa kepribadian siswa adalah organisasi dari berbagai aspek psikis dan aspek fisis yang dimiliki seorang siswa di mana hal itu membedakan dia dari siswa yang lain. Dengan kepribaadian yang baik siswa diharapkan berhasil dalam proses penyesuaian dirinya melalui kegiatan belajar.

2. Linkungan Pergaulan

Lingkungan ialah segala sesuatu yang ada di luar kita dan yang mempengaruhi perkembangan manusia seperti iklim, alam sekitar, situasi ekonomi, makanan, pakaian, manusia lain dan lain-lain. Pengertian tentang lingkungan menurut beberapa ahli diantaranya ialah Zoer’aini Djamal Irwan (2003:108) berpendapat, “Lingkungan adalah suatu sistem kompleks yang ada di luar individu dan mempengaruhi pertumbuhan serta perkembangan organisme. Dari pendapat tentang lingkungan di atas disimpulkan bahwa lingkungan adalah segala sesuatu yang ada di sekeliling manusia baik yang mati maupun yang hidup dan manusia lain yang dapat mempengaruhi kehidupan pada umumnya dan kehidupan manusia pada khususnya.

Pergaulan adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan tentang segala hal yang berhubungan dengan orang lain. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (1996:296) menerangkan bahwa kata pergaulan berasal dari ‘gaul’ yang berarti hal bergaul. Sedangkan kata pergaulan memiliki arti: ’hal bergaul‘ atau ‘kehidupan bermasyarakat’. Jadi pergaulan bias diartikan sebagai, “Segala hal yang berkaitan dengan interaksi antara seseorang dengan orang lain”. Sehingga pengertian pergaulan dapat disimpulkan bahwa dalam pergaulan merupakan suatu proses hubungan timbal balik antara individu yang satu dengan individu yang lain yang mempengaruhi, mengubah atau memperbaiki kelakuan induvidu lain atau sebaliknya.

Menurut Ki Hajar Dewantara lingkungan pergaulan dibagi menjadi tiga yang lebih dikenal dengan tripusat pendidikan, yaitu:

  1. Lingkungan keluarga

Lingkungan keluarga merupakan miniature dari masyarakat dan kehidupannya sehingga pengenalan anggota keluarga sedikit banyak pasti akan memberi warna pada pandangan anak terhadap hidup bermasyarakat. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam lingkungan keluarga antara lain: status sosial ekonomi, suasana belajar, pola asuh orang tua, dan dukungan orang tua.

2. Lingkungan sekolah

Sekolah merupakan tempat dimana anak melakukan kegiatan belajar secara arah dan terprogram dengan baik. Pergaulan sekolah berati segala kegiatan antara guru dengan siswa yang meliputi kegiatan pembelajaran, interakdsi social serta komunikasi personal antar warga sekolah. Sehingga lingkungan pergaulan sekolah adalah lingkungan di mana guru dan siswa melakukan kegiatan belajar mengajar serta interaksi sosial dan komunikasi personal antar warga sekolah.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dilingkungan sekolah antara lain:

  1. Suasana belajar mengajar

  2. Sarana dan prasarana belajar

  3. Cara mengajajar

  4. Teman satu sekolah

3. Lingkungan masyarakat

Lingkungan masyarakat merupakan lingkungan yang berada di sekitar siswa yang akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan siswa termasuk mempengaruhi keberhasilan siswa dalam belajar. Lingkungan masyarakat yang dapat mempengaruhi antar lain: pola hidup masyarakat, teman bergaul,dan media massa.

3. Prestasi Belajar

Prestasi adalah suatu tingkatan hasil yang diperoleh melalui serangkaian kegiatan aproses belajar. Belajar merupakan aktivitas yang dilakuakan secara sadar dan aktif sehingga menghasilkan perubahan dalam tingkah laku, sikap, kecakapan, keterampilan dan bertambahnya pengetahuan yang bukan disebabkan oleh proses pertumbuhan yang bersifat biologis dan perubahan tersebut bersifat konstan dan tahan lama. Jadi pengertian dari prestasi belajar adalah hasil maksimal yang dicapai dengan adanya perubahan dan perkembangan diri seseorang yang dinyatakan dalam cara-cara bertingkah laku. Faktor-faktor yang mempengaruhinya prestasi belajar antara lain:

  1. Faktor individual

Faktor individual merupakan faktor yang ada dalam diri seseorang itu sendiri yang meliputi kecerdasan atau intelegensi, kematangan atau pertumbuhan, latian dan ulangan, motivasi serta faktor pribadi

  1. Faktor sosial

Faktor sosial merupakan faktor yang berasal dari luar individu yaitu meliputi keadan keluarga, guru dan cara mengajar, alat-alat pelajaran, lingkungan dan kesempatan.

B. KERANGKLA BERPIKIR

1. Pengaruh Antara Kepribadian Siswa dan Lingkungan Terhadap Prestasi Belajar

Seseorang yang memiliki kepribadian baik dapat menyikapi hidupnya dengan optimis, khususnya dalam kegiatan belajar. Ia akan mudah bergaul dan menerima saran atau masukan dari orang lain, maupun mengambil keputusan dalam segala persoalan yang ia hadapi. Dengan demikian ia akan memiliki rasa percaya diri yang digunakan sebagai bekal untuk mencapai keberhasilan dalam belajar. Lingkungan pergaulan yang baik dapat memberikan pengaruh yang positif terhadap sikap dan tingkah laku seseorang dan sebaliknya. Memilih lingkunga peragulan secara selektif dapat membantu siswa menghindari pengaruh-pengaruhyang kurang baik dari lingkungannya. Dengan kepribadian ndan lingkungan pergaulan yang baik diduga siswa dapat meraih prestasi belajar yang tinggi.

2. Hubungan Antara Kepribadian Siswa Dengan Prestasi Belajar

Kepribadian seorang siswa merupakan faktor intern individu yang khas dan membedakan siswa satu dengan siswa yang lainnya. Kepribadian seseorang berdasarkan faktor psikologis dan faktor fisik dari orang tersebut. Di dalamnya tercakup nilai, perasaan, peranan dan dirinya sendiri, di mana semua aspek tersebut dapat mempengaruhi keberhasilan belajarnya.

Kepribadian pada dasarnya ada dua tipe yaitu ekstrovert dan introvert. Kepribadian ekstrovert biasanya tidak terlalu suka dengan hal-hal yang rinci, tidak tahan dengan sesuatu yang monoton, tidak suka membaca atau belajar sendirian. Sedangkan kepribadian introvert biasanya suka hal-hal yang rinci, gigih, hidup teratur, dan lebih gemar membaca buku.

3.Hubungan Antara Lingkungan Pergaulan Dengan Prestasi Belajar

Lingkungan sangat berpengaruh terhadap proses pertumbuhan dan perkembangan siswa. Pergaulan merupakan interaksi antar dua individu atau lebih yang saling mempengaruhi satu sama lain. Lingkungan pergaulan yang positif atau baik dapat membantu seseorang dalam menjalani hidupya agar tidak terjerumus pada hal-hal yang tidak diinginkan. begitu pula bagi diri seorang siswa, lingkungan pergaulan yang baik akan mempengaruhi dia untuk memberikan perhatian yang lebih baik pada proses belajarnya agar prestasi belajarnya optimal.

Dari kerangka pemikiran diatas maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara kepribadian dan lingkungan pergaulan dengan prestasi belajar siswa.

Untuk memperjelas kerangka pikir tersebut, maka dapat digambarkan dalam bentuk paradigma penelitian sebagai berikut:

Keterangan:

X1 = Kepribadian

X2 = Lingkungan pergaulan

Y = Prestasi belajar

= Garis penghubung

1 = Hubungan antara Kepribadian dengan Prestasi Belajar Siswa

2 = Hubungan antara Lingkungan Pergaulan dengan Prestasi Belajar Siswa

3 = Hubungan antara Kepribadian dan Lingkungan Pergaulan dengan Prestasi Belajar Siswa

D. HIPOTESIS

Suharsimi Arikkunto (2006:62) menyatakan hipotesis dapat diartikan sebagai jawaban yang bersifat sementara terhadap permasalahan penelitian yang terbukti melalui data yang terkumpul dengan syarat-syarat sebagai berikut:

  1. Hipotesis dapat dirumuskan dengan singkat dan jelas

  2. Hipotesis harus dengan nyata menunjukkan adanya hubungan antara dua atau lebih variabel

  3. Hipotesis harus didukung olehteori-teori dikemukakan oleh para ahli atau hasil penelitian yang relevan

Berdasarkan landasan teori yang mencakup tinjauan pustaka, hasil penelitian yang relevan serta kerangka berfikir maka penulis merumuskan hipotesis:

  1. Hubungan positif antara kepribadian dengan prestasi belajar siswa.

  2. Hubungan positif antara lingkungan pergaulan dengan prestasi belajar siswa.

  3. Hubungan positif antara kepribadian dan lingkungan pergaulan dengan prestasi belajar siswa

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

A. Tempat dan Waktu Penelitian

1. Tempat Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di SMK dengan obyek penelitian Siswa Kelas II Program Keahlian Otomotif. Adapun alasan pemilihan tempat tersebut adalah:

l . Tersedianya data bagi penelitian ini.

2. Sejauh ini, penelitian dengan tema serupa di sekolah ini belum pernah diadakan.

2. Waktu Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan secant bertahap dalam beberapa bulan. Rencana pelaksanaan kegiatan tersebut sebagai berukut

a. Tahap persiapan

Penelitian ini meliputi pengajuan judul penelitian, pembuatan proposal, permohonan ijin penelitian beserta konsultasi instrumen kepada dosen pembimbing. Waktu yang dibutuhkan pada tahap ini adalah sejak bulan November sampai Desember 2009.

b. Tahap penelitian

Tahap penelitian meliputi semua kegiatan yang berlangsung di lapangan yakni uji coba instrtrmen, pengambilan data dengan angket maupun dokumen. Kegiatan ini merupakan kelanjutan setelah tahap persiapan dan dilaksanakan pada bulan Januari sampai Maret 2010 .

c. Tahap penyelesaian

Tahap penyelesaian meliputi kegiatan analisis data dan penyusunan laporan. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Desember 2009 sampai Maret 2010.

B. Metode Penelitian

Salah satu cara mencari kebenaran yang dipandang ilmiah adalah melalui metode penelitian. Tujuan umum pelaksanaan penelitian adalah untuk memecahkan masalah, maka langkah-Langkah yang digunakan harus relevan dengan masalah yang dirumuskan.

Berdasarkan pada pokok permasalahan, maka metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, yaitu prosedur pemecahan masalah yang disediakan dengan menggambarkan keadaan pada saat sekarang berdasar fakta­-fakta yang nampak, khususnya studi atau penelitian kuantitatif, sebab penelitian ini bertujuan untuk membuat deskripsi, gambaran/ lukisan secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan antar fenomena yang diselidiki sesuai dengan kenyataan yang ada, yaitu lingkungan pergaulan dan prestasi belajar siswa kemudian dihubungkan dengan prestasi belajar siswa.

C. Populasi dan Sampel

1. Populasi Penelitian

“Populasi adalah keseluruhan subyek penelitian. “Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas : obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan digunakan untuk diDelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.”

Jadi populasi adalah keseluruhan obyek atau sasaran pengamatan yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu dan akan digeneralisasikan dalam hasil kesimpulan. Populasi dalam penclitian ini adalah seluruh Siswa Kelas II Program Keahlian Otomotif SMK yang berjumlah 105 siswa dengan rincian sebagai berikuf :

a. Kelas II Otomotif I sebanyak 35 orang siswa.

b. Kelas II Otomotif 2 sebanyak 35 orang siswa.

c. Kelas II Otomotif 3 sebanyak 35 orang siswa.

2. Sampel dan Tehnik Pengambilan Sampel

a. Pengertian Sampel

Menurut Slamet Widodo (2004: 53), “Sampel ialah sebagian anggota populasi yang diambil dengan menggunakan teknik tertentu yang disebut dengan teknik sampling”. Dari pengertian diatas dapat diartikan bahwa sampel adalah sebagian dari populasi yang dapat menggarnbarkan keadaan dan sifat dari populasi yang diamb:l dengan teknik tertentu.

Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk menentukan bes.arnya sampel yang diperlukan dalam penelitian. Menurut Suharsimi Arikunto (2006: 130), “Apabila subyeknya kurang dari 100 maka lebih baik diambil sernua sehingga penelitiannya merupakan penelitian populasi. Selanjutnya jika jumlah subyeknya besar dapat diambil antara 10-15 % atau 20-25 % atau lebih.” Pada penelitian ini ditetapkan sampel sebesar 33 % atau sebanyak 35 siswa.

Penelitian ini menggunakan tehnik penarikan sampel secara proporsional random sampling yaitu siswa yang akan menjadi sampel penelitian dipilih secara acak sebanyak 35 siswa dari tiga kelas, setiap kelas diambil dengan jumlah siswa yang sama (seimbang). Penarikaii sampel ini dengan peitimbangan bahwujumlah populasi tidak terlalu besar, yaitu hanya 105 siswa yarig terbagi dalam tiga kelas. Selain itu agar tidak ada unsur subyektif dalam menentakan anggota populasi yang akan dijadikan sample dilakukan penelitian secara undian. Berikut disajikan tabel distribusi sampel penelitian :

Tabel Distribusi Sampel Penelitian.

No.

Kelas

Distribusi dan Jumlah Sampel

1

II0 1

Jumlah =

2

II0 2

Jumlah =

3

II0 3

33 Jumlah =

Jumlah seluruh anggota sampel = 34,65 = 35 orang siswa

D. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data adalah cara yang digunakan untuk memperoleh data yang diperlukan untuk penelitian. Adapun teknik yang digunakan dalam penelitian ini sebagai berikut:

1. Identifikasi Variabel

Variabel dalam penelitian ini dibedakan menjadi dua macam, yaitu variabel bebas dan variabel terikat. Definisi operasional, simbol dan skala pengukuran dari masing-masing variabel adalah sebagai berikut:

a. Variabel bebas

1) Kepribadian

a) Definisi Operasional:

Yang dimaksud dengan kepribadian dalam penelitian ini adalah pola khas dan pikiran, perasaan, dan tingkah laku yang mr,mbedakan orang satu dengan yang lain dan tidak berubah lintas waktu dan situasi. Indikatornya yaitu siswa mampu mengorganisir dirinya sendiri berbagai aspek psikis dan aspek fisis yang dimiliki seorang siswa dimana hal itu membedakan dirinya dari siswa yang lain.

b) Simbol dan skala pengukuran

Simbol yang digunakan untuk variabel Kepribadian adalah: X1. Sedangkan skala pengukuran yang digunakan untuk variabel ini adalah interval.

2) Lingkungan Pergaulan

a) Definisi Operasional:

Pengertian lingkungan pergaulan siswa dalam penelitian mr merupakan suatu lingkungan dimana siswa bergaul sehari-hari yang dapat mendukung mereka untuk belajar. Indikatornya yaitu siswa mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan pergaulannya dan mampu memperbaiki kelakuannya untuk meningkatkan prestasi belajarnya.

b) Simbol dan skala pengukuran

Simbol yang digunakan untuk variabel Lingkungan Pergaulan adalah: X2. Sedangkan skala pengukuran yang digunakan untuk variabel ini adalah interval.

b. Variabel Terikat

Variabel terikat dalam penelitian ini adalah Prestasi Belajar.

1) Definisi operasional:

Prestasi belajar adalah hasil maksimal yang dicapai dengan adanya perubahan dan perkembangan diri seseorang, yang dinyatakan dalam cara-cara bertingkah laku baik yang tetap berkat pengalaman dari proses belajar. Indikator untuk variable ini adalah data nilai raport siswa.

2) Simbol dan skala pengukuran

Simbol yang digunakan untuk variabel Prestasi Belajar adalah : Y. Sedangkan skala pengukuran yang digunakan untuk variabel ini adalah interval.

2. Metode Pengumpulan Data

Metode yang digunakan untuk pengumpulan data dalam penelitian ini, yaitu metode angket dan dokumentasi. Suharsimi Arikunto (2006: 151) menyatakan bahwa “Angket adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalarn arti laporan tentang pribadinya, atau hal-hal yang ia ketahui”. Sedangkan Budiyono (1998:40) “Metode dokumeutasi adalah cara pengumpulan data dengan cara melihat ke dalam dokumen-dokumen yang telah ada, yang biasanya merupakan dokumen-dokumen resmi yang telah terjamin keakuratannya”.

3. Instrumen Penelitian

Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket. Jenis angket yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket langsung tertutup. Pengertian angket tertutup sebagaimana yang dijelaskan oleh Suharsimi Arikunto (2006: 152), yang menyebutkan “Kuesioner tertutup yang sudah disediakan.jawabanya sehingga responden tinggal memilih”. Jadi angket langsung tertutup adalah pemyataan atau pertanyaan yang hanrs ditanggapi oleh responden sendiri dengan memilih alternatif jawaban yang sudah ada.

a. Kisi-Kisi Angket

Titik tolak dari penyusunan instrumen adalah variabel-variabel penelitian yang telah ditetapkan r.mtuk diteliti. Dari variabel-variabel tersebut ditentukan indikator yang akan diukur. Dari indikator ini kemudian dijadikan butir-butir pertanyaan atau pernyataan.

b. Item Angket

Penyusunan angket sebagai alat ukur didasarkan pada kisi-kisi angket yang dibuat sebelunmya, setelah indikator ditetapkan kemudian dituangkan ke dalam item angket yang terdiri dari soal tes keprihadian dan pernyataan positif dan negatif untuk angket lingkungan pergaulan.

Alternative pilihan jawaban untuk angket lingkungan pegaulan yaitu: Sangat Setuju (SS), Setuju (S), Tidaa~c Setuju (TS), serta Sangat Tidak Setuju (STS).

Berikut ini adalah skor penilaian untuk menilai skor masing-masing variabel ;

Skor jawaban angket hingkungan Pcrgaulan.

Alternatif jawaban

Positif

Negatif

Sangat Setuju (SS)

Setuju (S)

Tidak Setuju (TS)

Sangat Tidak Setuju (STS)

4

3

2

1

1

2

3

4

c. Perbaikan Instrumen

Hasil penelitian akan lehih banyak ditentukan oleh kualitas alat ukur yang digunakan. Oleh karena itu sebelum angket disebar kepada responden, maka instrumen perlu diperbaiki terlebih dahulu. Perbaikan instrument tersebut dilakukan dengan konsultasi.

1) Uji Validitas Angket

Dalam hat ini menggunakan teknik validitas internal yaitu korelasi antara skor dengan skor total untuk menghitung besarnya koefisien korelasi menggunakan teknik product moment. Dalam hal ini menggunakan teknik validitas internal yaitu korelasi antara skor dengan skor total untuk menghitung besarnya koefisien korelasi menggunakan teknik product momen dengan rumus :

rxy = koefisien korelasi produk momen antara skor tiap butir dan skor tiap responden.

X = jumlah skor tiap butir.

Y = jumlah skor total

N = jumlah responden

Hasil perhitungari angket yang telah dicobakan dibandingkan dengan rtabel pada tingkat signifikansi 5%, sehingga item dinyatakan valid jika rhitung > rtabel dan tidak valid jika rhitung < rtabel

2) Uji Reliabiiitas Angket

Untuk menghitung korelasi reliabilitas (rII), digunakan rumus alpha, dari Suharsimi Arikunto (2006: 196) yaitu :

r11 = Reliabilitas instrumen

= Jumlah varians butir

= Variasi total

k = Jumlah item instrumen

Harga riil yang diperoleh kemudian dikonsultasikan dengan rtabel korelasi Product Moment pada taraf signifikansi 5% dan N = jumlah sampel try-out. Jika hasil perhitungannya menunjukkan rhitung. > rtabel, maka reliabilitas angket terpenuhi.

Klasifikasi reliabilitas angket dengan ketetapan Suharsimi Arikunto (2006:276)

0,800 – 1,000 = tinggi

0,600 – 0,800 = cukup

0,400 – 0,600 = agak rendah

0,200 – 0,400 = rendah

0,000 – 0,200 = sangat rendah (tak terkorelasi)

Berdasarkan koefisien korelasi maka, dapat diketahui koefisien reliabilitas angket yang digunakan. Hasil di atas digunakan untuk mengetahui alat ukur yang digunakan telah memenuhi persyaratan sebagai alat ukur yang valid dan reliabel.

E. Teknik Analisis Data

Membuktikan benar tidaknya hipotesis penelitian yang diajukan setelah data terkumpul. Langkah pertama adalah meneliti data untuk mengetahui lengkap tidaknya jawaban dari responden dari semua item. Langkah kedua memberi skor terhadap semua variabel baik variabel bebas maupun variabel terikatnya sesuai teknik pengukuran yang digunakan.

Data diteliti dan diskor selanjutnya dimasukkan dalam tabel induk yang terdiri dari tiga variabel, yaitu dua variabel bebas dan satu variabel terikat, dimana Kepribadian sebagai X, dan Lingkungan Pergaulan sebagai XZ dan Prestasi Belajarn sebagai Y.

Setelah data dimasukkan dalam tabel induk kemudian dilakukan pengujian hipotesis dengan teknik analisis regresi linier dua prediktor. Alasan digunakannya analisis regresi linier dua preditor adalah: mencari korelasi antara kriterium dua preditor, menguji apakah korelasi itu signifikan atau tidak, mencari persamaan garis regresi dan menemukan sumbangan relatif dan afektif antara sesama prediktor.

1. Uji Persyaratan Analisis

a. Uji Normalitas

Uji normalitas dimaksudkan untuk mengetahui normal tidaknya suatu data dari data yang dianalisis. Uji normalitas dalam penelitian ini menggunakan rumus chi-kuadrat.

Rumusnya adalah:

Dimana :

x2 = harga chi-kuadrat

fo = frekuensi yang diperoleh

fh = frekuensi yang diharapkan

b. Uji Independen

Uji ini digunakan untuk menyelidiki kaitan antara variabel bebas. Bila ternyata antar variabel tidak ada kaitan, maka variabel tersebut bersifat independen atau beba,3 dan dalam penelitian ini digunakan statistik uji sebagai berikut:

1) Menentukan hipotesis

Ho = Populasi tidak berbeda secara nyata

Ha = Populasi berbeda secara nyata

2) Memilih statistik uji, digunakan rumus:

(Suharsimi, 2002: 146)

Dimana :

rX1 X,2 = Koefisien korelasi antara X1 dan X2

X1 = Jumlah skor variabel bebas kesatu (Kepribadian)

X2 = Jumlah skor variabel bebas kedua (Lingkungan Pergaulan)

N = Jumlah subyek penelitian

Bila harga rhitung < rtabel berarti tidak ada korelasi antar variabel bebas.

c. Uji Liniearitas dan Keberatan Regresi

Uji ini bertujuan untuk melihat apakah model regresi juga linier, yang di uji keberartian dan linieritas adalah model regresi X, terhadap Y dan modet X2 terhadap Y dengan jalan melakukan ulangan.

Untuk menghitung u,ji keberartian dan linieritas data digunakan rumus dari Sutrisno Iladi (2000: 332) scbagai berikut:

Analisis varians untuk uji kelinieran regresi

Sumber variasi

Dk

JK

KT

F

Total

N

Regresi (a)

Regresi (b/a)

Residu

1

1

n – 2

JKreg = JK (b/a)

JKres =

Tuna cocok

Kekeliruan

k – 2

n – k

JK (TC)

JK (E)

F1 = F2 =

Keterangan :

F1 = Harga keberartian

F2 = Harga linearitas

S2reg = Varians kuadrat regresi

S2res = Varians kuadrat residu/sisa

S2TC = Varians kuadrat tuna cocok

S2e = Varians kuadrat galatlkekeliruan

Kriteria :

F1 > Ftab = Arah regresi berarti

F1 < Ftab = Arah regresi tidak berarti

F2 > Ftab = Regresi tidak linier

F2 < Ftab = Regresi linier

2. Uji Hipotesis Penelitian

a. Hipotesis Pertama dari Kedua

Untuk menguji hipotesis yang pertama “Ada hubungan positif antara Kepribadian dengan Prestasi Belajar. Siswa Kelas II SMK Program Keahlian Otomotif SMK. Dan hipotesis yang kedua “Ada hubungan positif antara Lingkungan Pergaulan dengan Prestasi Belajar Siswa Kelas II Program Keahlian Otomotif SMK”. Maka menggunakan rumus koefisien korelasi Product Moment (Sutrisno Hadi, 2000: 293).

Keterangan :

rxy = Koefisien korelasi antara X dan Y

xy = Jumlah dari product dari X dan Y

x2 = Jumlah kuadrat deviasi X

y2 = Jumlah kuadrat deviasi Y

Kemudian harga rxy dikonsultasikan dengan nilai rtabel product moment. Apabila rxy > rtabel maka hipotesis pertama diterima yang berarti “Ada hubungan yang positif antara Kepribadian dengan Prestasi Belajar Siswa Kelas II Program Keahlian Otomotif SMK. Dan hipotesis kedua yaitu “Ada hubungan yang positif antara Lingkungan Pergaulan dengan Prestasi Belajar Siswa Kelas II Program Keahlian Otoniotif SMK.

Sedangkan rumus persamaan garis regresi digunakan dari Sugiyono (2001: 204) sebagai berikut :

Y = a + bX

Dimana :

a =

b =

Dimana :

a = Koefisien garis regresi

b = Koefisien garis regresi

X = Prediktor

Y = Kriterium regresi

b. Hipotesis Ketiga

Untuk menguji hipotesis yang ketiga yaitu: “Ada hubungan yang positif antara Kepribadian dan Lingkungan Pergaulan dengan Prestasi Belajar Siswa Kelas II Program Keahlian Otomotif SMK maka digunakan langkah-langkah sebagai berikut:

1) Mencari persamaan garis regresi dua prediktor

Untuk garis regresi linier dengan dua prediktor persamaan garisnya adalah: Y= a1 X1 + a2 X2 + K (Sutrisno Hadi,2001:21)

Dimana :

Y = kriteria

a1 = koefisien prediktor 1

a2 = koefisien prediktor 2

K = bilangan konstan

2) Mencari koetisien korelasi antara kriterium Y dengan prediktor X, dan prediktor X2 dapat dipcrolch dari :

(Sutrisno Hadi, 2001: 25)

Dimana :

Ry(1.2) = koefisien korelasi antara Y dengan X, dan X2

a1 = koefisicn prediktor X1

a2 = koefisien prediktor X2

x1y = jumlah produk antara X1dan Y

x2y = jumlah produk antara X2 dan Y

Y2 = jumlah kuadrat kriteria Y

Kriteria kesimpulan:

Ry(1.2)< rtabel = ada korelasi antara kriterium (Y) dengan prediktor (X1) dan (X2)

Ry(1.2)> rtabel = tidak ada korelasi antara kriterium (Y) dengan prediktor (X1) dan (X2)

3) Menguji apakah korelasi itu signifikan (F) antara kriterium Y dengan prediktor x1 dan x2 yaitu dengan menggunakan rumus:

(Sutrisno Hadi, 2001: 26)

Dimana :

Freg = harga F garis regresi

N = cacah kasus (banyaknya sampel)

m = cacah prediktor (banyaknya prediktor)

R = koefisien korelasi antara kriterium dan prediktor-prediktor

Kemudian harga Freg dikonsultasikan dengan Ftabel dengan kesimpulan sebagai berikut:

a) Apabila Freg > Ftabel maka Ha diterima yang berarti ada hubungan antara prediktor (X) dengan kriterium (Y).

b) Apabila Freg < Ftabel maka Ha ditolak yang berarti tidak ada hubungan antara prediktor (X) dengan kriterium (Y)

4) Mencari sumbangan relatif dan efektif

Untuk mencari besarnya sumbangan relatif masing-masing prediktor terhadap kriterium dihitung dengan rumus :

Prediktor X1 = SR% X1 = (Sutrisno Hadi, 2001 : 42)

Prediktor X2 = SR%X2 = Sutrisno Hadi, 2001 : 42)

JKreg = a1 x1y + a2 2 xy (Sutrisno Hadi, 2001 : 42)

Untuk mencari besarnya sumbangan efektif masing-masing prediktor terhadap kreterium. Terlebih dahulu dicari efektivitas garis regresi yang dicerminkan dalam koefisien determinan (R2) dengan rumus :

JKT = Y2

Mencari sumbangan efektif X1 terhadap Y dengan rumus:

SE%X1 = SR %X1 x.R2

Mencari sumbangan efektif X2 terhadap Y dengan rumus:

SE%X2 = SR%X2 x.R2

Dimana : R2 = efektifitas garis regresi.

Posted on December 11, 2008, in penelitian pengajaran and tagged , , , , . Bookmark the permalink. 6 Comments.

  1. wah… mase dosen ya…..

  2. mas, instrumen pengukur ekstrovert dan intovert ny kn melalui angket
    tlg ksh tw dong itu buku ny ap?
    judul ma pengarang ny
    skripsi sy tntng kpribadian siswa
    maksih sblm ny ya mas.

  3. trimakasih, atas contoh yang diberikan mengenai rumus product moment..saya sangat terbantu dengan adanya tulisan ini

  4. mas bisa ndak uji validitas langsung dengan penelitiannya…

  5. Maaf, mas. Mau tanya?? Arti sumbangan efektif dan sumbangan relatif tu apa?? Trz perbedaan nya apa?? Makasih…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: